Kemungkinan efek Pemanis buatan pada kesehatan tubuh

Eek samping pemanis buatan

Tanpa adanya rasa manis, beberapa makanan mungkin kurang enak untuk dicicipin. Dengan demikian, penggunaan senyawa pemanis sudah dilakukan sejak lama. Namun semakin berkembangnya pengetahuan manusia terutama dibidang kesehatan, senyawa gula yang menyebabkan rasa manis dalam makanan secara alami diketahui dapat menyebabkan kegemukan bahkan beragam masalah kesehatan. Untuk itu terciptalah yang namanya gula sintetis berkalori rendah, sekaligus untuk mengurangi biaya produksi untuk berbagai makanan/minuman pabrik tertentu. Daya tarik pemanis buatan bagi konsumen adalah rendah atau bahkan tidak mengandung kalori samasekali. Rasa manis dari gula buatan dianggap menjanjikan tanpa bisa membuat gemuk.

Advertisement

Awalnya memang kedengaran bagus, sehingga banyak yang berbondong-bondong mengganti gula alami mereka dengan pemanis buatan. Namun satu hal yang perlu disadari adalah bahwa tubuh kita selalu membutuhkan kalori termasuk dari gula untuk dibuat sebagai energi, dan yang menjadi problem sebenarnya adalah berapa asupan yang kita masukkan kedalam diet sehari-hari. Berbicara mengenai pemanis buatan, sampai kini masih banyak perdebatan dikalangan para peneliti. Ada yang bilang jika pemanis buatan tertentu tak masalah bagi kesehatan, sedangkan yang lain mengklaim telah menemukan bahwa jenis pemanis buatan tertentu bisa berakibat buruk bagi kesehatan dalam jangka panjang. Baca juga Membuat Pewarna makanan/kue Dari Bahan Alami

Dampak atau efek samping buruk yang mungkin bisa terjadi akibat konsumsi pemanis buatan

Ada 3 senyawa utama yang digunakan sebagai pemanis buatan, yaitu sakarin, aspartam, dan Sucralose. Pemanis ini digunakan untuk menggantikan gula dalam diet soda dan minuman lainnya, makanan penutup, permen karet, makanan dioven, makanan yang digoreng, dan masih banyak lagi.

Sakarin – menyebabkan sakit kepala dan mual

Sudah banyak studi yang dilakukan mengenai pemanis buatan. Sakarin telah dikaitkan dengan kanker, terutama kanker kandung kemih, meskipun ada penelitian lain yang menyimpulkan bahwa hal itu hanya bisa terjadi pada tikus percobaan namun tidak pada manusia. Apapun semua hal tentang sakarin, namun yang perlu diketahui adalah sakarin merupakan senyawa turunan dari sulfonamida, yaitu siapapun yang alergi sulfa mungkin memiliki sensitifitas alergi terhadap sakarin; yaitu termasuk sakit kepala, eksim, mual, dan diuresis.

Coba Juga :   Resep Membuat Bubur Sumsum Manis dan Gurih

Aspartam – meningkatkan resiko tumor otak

Aspartam adalah bahan pemanis buatan yang paling menakutkan. Aspartam ditemukan tanpa sengaja oleh James M. Schlatter pada tahun 1965, yaitu pada saat ia menciptakan obat untuk maag. Penggunaan Aspartam pada awalnya adalah sebagai bahan untuk obat, namun saat ini sudah umum digunakan untuk minuman energi. Efek samping aspartam yang paling umum adalah sakit kepala, tetapi aspartam juga terkait dengan halusinasi, rasa pusing, kejang, bahkan hingga tumor otak, dan kanker.

Sucralose – terkait masalah kandung kemih dan nyeri perut

Sucralose adalah diklorinasi gula yang diperoleh dari sukrosa pada saat tiga kelompok hidroksil yang menggantikan atom klorin. Sucralose tergolong pada kelas bahan kimia yang disebut dengan organochlorides, yang bersifat racun atau karsinogenik. Splenda telah terbukti menyebabkan sakit kepala, masalah kandung kemih, dan umumnya, nyeri perut.

Pemanis buatan menyebabkan obesitas?

Mungkin Anda masih belum yakin bahwa pemanis buatan buruk bagi kesehatan. Salah satu hal yang bisa digunakan sebagai peringatan bagi kita untuk pemanis sintetis adalah penggunaan kata buatan atau “sintetis”. Tubuh manusia tercipta hanya untuk merespon lemak, protein, dan gula alami!. Tubuh kita tidak tahu apa yang harus dilakukan ketika berhadapa dengan benda asing seperti pemanis buatan yang masuk kedalam sistemnya. Tubuh kita mungkin bingung mencari cara bagaimana cara untuk memetabolismenya, dan bahkan justru bisa menyebabkan penambahan berat badan!. Cara tubuh menggunakan pemanis dikaitkan dengan kalori padat; sementara pemanis buatan tidak mengandung kalori, maka tubuh akan sangat membutuhkan lebih banyak makanan untuk mendapatkan kebutuhan kalorinya. Jadi secara reflek orang yang memiliki kebiasaan mengkonsumsi makanan dengan pemanis buatan akan terdorong untuk makan lagi dan lagi. Itulah sebabnya kini masalah obesitas cenderung meningkat, walaupun rata-rata orang sudah mengganti gula alaminya dengan pemanis buatan.

Jika Anda masih peduli dengan masalah berat badan, maka yang perlu diatur adalah jumlah asupan gula alami maupun pemanis hanya dalam jumlah sedikit. Apapun yang dibuat secara alami tentu lebih baik dari apapun hasil sintetik, karena cara tubuh mengelola makanan sudah tercipta dari alam.

Advertisement

Mungkin Anda juga Menyukainya :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *